29/01/12

Antara PC Tablet dan Rumah/ Cinta Rock N Roll

Ada kalanya kita harus memilih dari sekian banyak hal paling kita inginkan. Contohnya aku, dalam beberapa minggu terakhir ini ada berbagai macam barang yang ingin di beli, seperti PC Tablet, camera, TV LCD, Kulkas. Jujur ya, inginnya nya sih dapat membeli semuanya tapi melihat keuangan yang ada pastinya terasa tidak memungkinkan. Tertekan memang, sangat tertekan.


Akhirnya sebagai penenang, aku mencoba searching di google mencari informasi apa saja sih kelemahan kelemahan jika aku telah memiliki barang barang tersebut. Selain itu aku juga coba merenung mengapa aku harus mempunyai nya, untuk tujuan apa, atau hanya sekedar nikmat sesaat saja. 

Aku selalu berusaha berpikir kedepan, berpikir apakah tabungan ku kelak dapat memenuhi kebutuhan ku yang lebih pokok dan utama, dalam hal ini yaitu ingin memiliki sebuah rumah dan juga tentunya menikah. Jika memikirkan kedua hal tersebut cukup lah membuat niat ku berhenti sesaat tapi sayangnya tidak betul betul berhenti total.

Jadi kesimpulannya adalah hingga detik masih terjadi perang batin dan nafsu, dan masih belum dapat ditentukan siapa pemenangnya.

17/01/12

Hampa

Lama juga ya tidak mampir kesini, ada mungkin sekitar setengah tahun ya. Tapi ya yang penting aku tidak lupa sama sekali dengan blog ini, dimana tempat aku bisa menulis semua tentang aku.

Kali ini postingan aku tentang keaadaan aku sekarang. Dan tau tidak aku semakin bingung dalam mengambil sikap, jadi setiap sikap yang kuambil adalah spontanitas dan seing keliru. Aku sama sekali tidak melakukan rencana apa yang harus kulakukan kedepannya, entah rencana esok hari atau bahkan dalam 5 menit kedepan pun aku tetap saja salah langkah dan tidak tau harus bebuat apa..

Inilah yang namanya kehilangan jati diri dan mungkin juga merupakan proses pendewasaan.

04/10/11

Berpribadi ganda atau bukan ya

Teman teman bloger semua, maaf ya dalam beberapa minggu ini aku jarang posting berhubung kesibukan yang lumayan banyak. Tapi aku tidak akan mengatakan ini adalah alasan yang paling utama, terus terang saja mungkin sifat malas ku yang tidak bisa meluangkan waktu satu jam dalam seminggu saja yang sangat parah.

Posting kali ini, mungkin lebih banyak bicara tentang kepribadian ganda. Satu hal yang ingin aku tanyakan pada teman teman semua, apakah kalian termasuk berkepribadian ganda ?, mungkin ada yang menjawab ya dan juga ada yang menawab tidak. Tapi satu hal yang dapat aku pastikan bahwa kalian pasti pernah melakukan nya dalam kehidupan sehari hari.

Sebagai contoh buruk dari diri pribadi aku sendiri karena memang aku tidaklah sempurna. Aku secara otomatis dalam memberikan pelayanan di rumah sakit selalu berlaku sopan kepada hampir setiap pasien, seperti mengucapakan salam, menanyakan kabar, berbicara lemah lembut, bersikap santun dan lain lain. Tetapi jika dirumah malah sebaliknya cendrung otomatis berlaku agak kasar kepada saudara, suka membentak, berbicara keras, apalagi dalam kondisi kelelahan.
Aku sering berpikir mengapa aku suka bersikap yang demikian, padahal dibanding pasien keluarga adalah orang yang paling dekat dengan aku. Jika mungkin kalian berpikir aku berlaku baik kepada pasien karena uang, itu jelas salah, mungkin lebih kearah tidak mau aku tidak disukai oleh orang lain. Aku paling tertekan jika aku terlibat dalam suatu perselisihan dengan orang lain walaupun jika aku benar mutlak sekalipun terhadap perselisihan tersebut.
Tapi jika perselihan itu melibatkan saudaraku sendiri, aku sanggup tidak bicara hingga berminggu minggu lamanya.

Kira kira contoh kecil diatas apakah aku termasuk berkepribadian ganda apa tidak ??

22/06/11

Belum Punya Judul

Dunia kerja memang tidak ada istilah mudah, santai, tertawa tawa, ngorok dan hal yang sejenisnya. Dalam 24 jam selalu harus berpikir bagaimana mencari uang, bagaimana cara melakukan ini, apa yang terjadi bila melakukan itu, apakah kita untun bulan ini, mmmmm pusing pokoknya. Seakan akan tidak ada kata istirahat dan relax sejenak untuk otak.
Meskipun sebagai seorang fisioterapi, profesi dalam bidang kesehatan yang tidak menyangkut hidup mati seseorang ternyata tidaklah semudah yang dipikirkan saat masih kuliah. Memang sih hampir 99.9 % pasien yang datang ke poli rehab medik mengeluhkan nyeri saja sperti pada daerah lutut, pinggang, leher, bahu, dll. Tetapi tetap saja yang namanya sakit tidak bisa dibohongi rasanya. Dilihat sepintas oleh orang awam (termasuk si pembaca) kami para fisioterapis Cuma sekedar memasang alat saja, setel timer dan intensitas lalu ditinggal pergi. Ya dan itu memang benar ada nya, tetapi otak kami terus berpikir apa benar sih area yang harus diberi penanganan, apa benar intensitas yang sudah diberikan, terus kira-kira bisa sembuh tidaknya. Pokoknya pusing jika terus dipikirkan (itu jika betul betul berpikir seperti fisioterapis sejati).
Aku sendiri mengakui tidak banyak yang bisa dilakukan, hanya sebagai tukang pasang alat saja tanpa bisa dengan bebas menunjukkan penanganan yang baik dan benar. Satu satunya yang mampu aku berikan hanya pelayanan yang baik, sabar, ramah, dan hati-hati. Selebihnya aku merasa tidak memberikan apa apa.
Kalo ditanya mengapa bisa terjadi, pastinya ku katakana dengan tegas adalah prosedur rumah sakit pemerintah yang bobrok dan Cuma mencari keuntungan saja. TITIK

09/06/11

Antara marah dan sabar

Aslinya aku ingin marah, sangat ingin marah tapi aku yakin itu pasti akan menambah suasana menjadi lebih buruk. Secara personal aku tidak mempunyai masalah dengan dia, tapi mengapa seakan akan dia selalu mempermasalahkan sesuatu yang sebetulnya tidak perlu menjadi masalah besar. Apakah ini akibat dari hormone wanitanya, atau mungkin dari sifat egoisnya yang sangat tinggi, atau mungkin terhasut dari temannya yang kebetulan mempunyai masalah serius dengan ku, atau mungkin timbul rasa iri terhadap gajih yang menurut dia tidak “ fair” atau mungkin memang dia tidak suka kepada ku. Tapi apapun perlakukannya yang menurut ku tidak nyaman terhadapku pasti punya alasan, walaupun saat aku berusaha mencari alasannya semuanya tidak ada yang betul betul logis.

Aku tau jumlah pasien memang banyak, dan memang pembagian jatah waktu terapi alat tiap pasien nya harus dibuat seminimal mungkin, tapi masa iya sih orang yang sakit pinggang saja aku disuruh ama Cuma 6 menit, padahal yang menurutku 7 menit saja sudah kelewatan. Alasan dia cuma satu “ pasien lain kasihan menunggu”. Alasan seperti itu kok seaakan akan menyalahkan pasien, padahal jika langsung berkata “ aku ingin cepat pulang” aku mungkin lebih bisa menerima dan pasti aku akan menjawab “ pulang saja, g apa apa, biar aku yang lembur hingga pasien betul betul habis”.

Belum pernah Pak Boz menolak pasien yang sakit nya tidak terdaftar di status, beliau selalu bilang “ kasih saja, g apa apa”. Aku suka kata kata itu. Dari awal Pak Odkter sudah mewanti wanti wanti kerja di rumah sakit itu tidak untuk mencari keuntungan tapi adalah untuk beramal.

Apa hati nurani mu sudah mati, apa kamu merasa pasien pasien yang dating kepada mu itu hanya makhluk yang disepelekan sakitnya.

Aku ingin menegur dan memberontak tapi,,,, aku siapa….. aku hanya junior yang ingin melihat secuil senyum walaupun masih punya rasa sakit